Bagaimana cara kerja Software Engineering? Simak penjelasan disini

software engineering adalah:

Ketika Anda berbicara tentang masalah komputer, Anda pasti menemukan istilah software engineering.
Anda mungkin belum familiar dengan istilah software engineering,
namun Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah rekayasa perangkat lunak,
apalagi jika Anda sudah lama mempelajari TI di bagian pengembang perangkat lunak.

Tetapi jangan khawatir bagi anda yang belum tau, Artikel ini menjelaskan tentang apa itu software engineering dengan detail.

Software Eginering atau rekayasa perangkat lunak adalah yang mendalami cara untuk membuat, mengembangkan, memelihara, dan mengelola kualitas perangkat lunak.
Menurut IEEE Computer Society, Software Eginering adalah aplikasi teknologi dengan pendekatan sistematis dan disiplin terhadap perangkat lunak yang dibuat.

Secara umum, Software Eginering adalah penerapan beberapa prinsip dalam pengembangan perangkat lunak.
Software Eginering digunakan untuk membuat aplikasi yang lebih kompleks dan berskala besar,
dan umumnya digunakan untuk mengembangkan perangkat lunak yang memenuhi kebutuhan perusahaan, organisasi, dan perusahaan besar.

Software Engineering memiliki element penting yang menjadi kunci kesuksesan diantaranya yaitu

1. Metode

Elemen pertama adalah metode. Serangkaian tugas yang harus dilakukan adalah:

– Perencanaan proyek dan proses estimasi
Analisis kebutuhan perangkat lunak dan sistem

Lakukan desain struktur data

– Arsitektur program untuk dibuat

– Prosedur algoritma yang digunakan

– Pengkodean program

– Tes program

– Pemeliharaan program

2.Peralatan

Alat software engineer memiliki kemampuan untuk memberikan dukungan untuk metode seperti:

CASE adalah perangkat lunak dengan kemampuan untuk menggabungkan basis data perangkat lunak,
perangkat keras,dan rekayasa perangkat lunak untuk membuat software engineer yang unggul.

Database software engineer adalah struktur data yang berisi informasi penting tentang analisis program,
desain program, kode program, dan pengujian program.

BACA JUGA :  Adware dan Spyware Menjadi Program Komputer Yang Sewaktu Saat Berubah Menjadi Trojan Horses

CAD (Computer Aided Design)

CAE (Computer Aided Engineering)

CAM (Computer Aided Manufacturing)

3. Prosedur

Prosedur software engineer terdiri dari:

Metode pemesanan yang digunakan
Dokumen,
formulir,laporan yang diperlukan

Kontrol kualitas software

Mengkoordinasikan perubahan pada software

Pengembangan software engineering
Proses pengembangan perangkat lunak (software development process) adalah penerapan suatu struktur pada pengembangan perangkat lunak dengan tujuan menjadi panduan keberhasilan pengembangan perangkat lunak melalui tahapan-tahapan tertentu.

Ada beberapa paradigma model pengembangan sistem yang tersedia dalam proses pengembangan, antara lain:

1. Waterfall

Dikenal sebagai model sekuensial linier atau model Waterfall, model ini telah ada sejak lama dan memiliki pengguna paling banyak dibandingkan dengan model lainnya.
Sistem waterfall ini menggunakan pendekatan pengembangan perangkat lunak yang sistematis dan berurutan yang dimulai dari tahap awal melakukan analisis kebutuhan,
melakukan perancangan sistem, pengkodean, pengujian, implementasi program, dan sebagainya.

Model Waterfall ini dapat dipilih jika semuanya jelas dan terkonfigurasi dengan baik.
Hal ini dikarenakan jika salah satu proses down maka proses selanjutnya tidak dapat berjalan dan target waktu mungkin tidak sesuai dengan rencana.
Model waterfall ini tidak cocok untuk pengembangan software yang membutuhkan waktu lama untuk dikembangkan.

2.Prototype

Model Prototype merupakan evolusi dari air terjun, prosesnya lebih sederhana dan cocok untuk aplikasi saat ini.
Model Prototype ini hanya memiliki tiga alur kerja:
Dengarkan kebutuhan konsumen
Buat Prototype / maket
Presentasi kepada konsumen
Setelah presentasi ke konsumen,
biasanya ada masukan baru tentang kebutuhan konsumen.
Jika itu terjadi, siklus ini diulang sampai pelanggan benar-benar puas.
Hal ini agar perangkat lunak yang dibuat dapat disesuaikan dengan kebutuhan konsumen hingga tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak.

BACA JUGA :  Cari Aplikasi Chat Untuk Yang Kesepian

3.Model Rapid Application Development (RAD)

Rapid Application Development adalah model pengembangan perangkat lunak linier yang sangat singkat, sekitar 60-90 hari.
Model RAD ini mengadaptasi pendekatan berbasis komponen yang cepat untuk membangun.

RAD lebih efektif daripada model air terjun dan cocok untuk kebutuhan sistem yang mendesak.
Kelemahan dari RAD adalah tidak semua software cocok digunakan dengan RAD.
Salah satunya adalah sistem yang berisiko dan membutuhkan banyak sumber daya manusia.

4. Incremental

Incremental merupakan kombinasi dari beberapa waterfall yang diterapkan berulang kali dalam model prototype.
Elemen-elemen ini terus bekerja untuk menciptakan sistem yang dibutuhkan konsumen. Lihat gambar berikut untuk informasi lebih lanjut.

Keuntungan dari model inkremental ini adalah personel dapat bekerja secara optimal dan memenuhi kebutuhan perusahaan yang fleksibel.
Konsumen dapat menggunakan sistem pertama yang diselesaikan sambil menunggu fitur yang belum tersedia.
Kelemahan dari model inkremental adalah tidak cocok untuk proyek besar dengan pengkodean lebih dari 200.000 baris.

5.Spiral

Model spiral ini menggunakan dua model sebelumnya: prototipe berbasis loop dan model air terjun.
Itu bisa disebut model spiral atau spiral böhm.
Ia bekerja di tahap berikutnya.

Penghubung memelihara komunikasi langsung yang baik dengan pengguna.

Sumber, batas waktu, dan informasi perencanaan dan keputusan tentang proyek yang akan dilaksanakan.

Analisis resiko. Carilah semua risiko yang muncul baik dari masalah teknis maupun administratif.

Rekayasa, proses membuat prototipe suatu sistem.

Build and release, tahapan pengembangan sistem dari prototipe diuji, dipasang, dan diberi masukan untuk keberhasilan sistem yang dibuat.

Menerima pendapat tentang evaluasi dan proyek yang dilaksanakan.
Kerugian dari sistem spiral ini adalah memakan waktu dan biaya.

BACA JUGA :  Adware dan Software Bundle Yang Menjadi Penyebab Munculnya Bisnis Antivirus

Namun, dari segi keuntungan, sangat mempertimbangkan risiko masalah dan dapat digunakan untuk pembuatan sistem yang besar.

Selain kelima model SDLC pengembangan rekayasa perangkat lunak di atas, mungkin masih ada beberapa model yang belum dideskripsikan,seperti model agile, model berbentuk V,dan model big bang.

Rekayasa perangkat lunak adalah hal yang penting untuk dipelajari, apalagi sekarang semua orang menggunakan perangkat lunak.
Di masa depan, kebutuhan akan perangkat lunak semakin meningkat, dan mengejar karir sebagai insinyur perangkat lunak masih sangat menjanjikan.