CGI VS Java script dan Perkembangan Era Baru Node.Js

Mari kita mulai pembahasan kali ini dengan bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan saat ini yaitu javascript ata js, namun taukah kamu js sebenarnya memiliki pesaing atau bahkan teman dalam satu IDE yaitu CGI. Sebagai dua script yang paling banyak digunakan di komputer, CGI dan Java Script memiliki fungsi persamaan dan perbedaannya masing-masing.

CGI dan Java Script keduanya berfungsi dengan browser Netscape dan Internet Explorer dahulu namun seiring berkembangan teknologi kedua bahasa itu berubah total dari pertama tujuan mereka dibentuk seperti dalam kasus ini JS sekarang menjadi bahasa yang paling banyak diminati oleh programmer dan client karena segudang fungsi yang dimilikinya dan JS juga memiliki banyak turunan seprti react Native, DOM dan React JS.

Tetapi ada perbedaan mendasar antara keduanya yaitu antara CGI dan JS. Java berfungsi sebagai kode yang dieksekusi dan diunduh di sisi klien sementara CGI beroperasi dengan server, upss jangan tenang kami tidak sedang salah mengetik atau kurang informasi mengenai JS, serperti di paragraf sebelumnya dahulu JS dibentuk memiliki tujuan dari segi client dan CGI sebagai bahasa yang dikhususkan untuk server namun tidak hanya bahasa CGI saja yang mampu berjalan dari sisi server contoh seperti hanya C# pada sisi client dan .Net atau ASP.net disisi server.

Sebelum mengupas lebih dalam perbedaan keduanya, mari kita coba pahami dulu kedua script yang sering digunakan ini oleh kedua bahasa pemrograman ini.

Java Script tidak memerlukan plug-in khusus dalam pengoperasianya karena JS bersifat DOM dan semua kode nya berbasis OOP, dan bekerja secara transparan di dalam halaman HTML dikala itu namun saat ini JS mampu berjalan sendiri tanpa bantuan dari HTML atau kaeda dasar yang digunakan di sisi client dan server, karena pada saat ini update terbaru dari JS dia satu-satunya bahasa pemrograman yang mampu berjalan pada sisi client, sisi server dan bahkan cross platform device.

BACA JUGA :  Menghemat Listrik Dengan Smart Plugs Sangat sederhana

JS memberikan nuansa baru dalam dunia pemrograman terutama pada bahasa pemrograman berbasis web, JS memungkinkan pengguna atau programmer untuk mengubah elemen halaman (warna latar belakang, preferensi tampilan), dan memungkinkan membuat navigasi situs tanpa bantuan dari HTML dan PHP.

Setidaknya, Java Script atau JS terdiri dari dua bagian: fungsi Java Script (petunjuk untuk apa yang dilakukan Java Script pada halaman website) dan elemen yang menyebabkan fungsi Java Script dijalankan. Keduanya bekerja dengan cara yang berbeda.

Fungsi-fungsi Java Script ditempatkan di antara tag Java Script khusus di dalam tag heading di dalam tag HTML dikala itu, namun sekarang Javascript atau js mampu membuat elemen yang berdiri sendiri tanpa bantuan elemen HTML yang mengikat kode program nya.

Java Script mengikuti kaeda atau syntax tanda baca berbeda dari bahasa pemrograman web yang ada misalnya: HTML, PHP. Pyton, CSS dan ASP.Net. Biasanya, fungsi Java Script adalah elemen terakhir dalam tag head pada pembangunan sebuah website namun saat ini JS sudah tidak lagi sebagai bahasa pelengkap dalam membangun sebuah website.

Elemen yang menyebabkan Java Script dieksekusi ditempatkan di dalam tag body dari sumber HTML, tergantung di mana desainer halaman web ingin Java Script dijalankan. Karena Java Script disertakan dalam tag HTML lain di source halaman, halaman web dengan elemen Java Script akan disimpan dalam format yang sama persis dengan halaman web atau dengan kata lain penyimpanan file JS didalam satu folder yang sama dengan bahasa pemrograman web lain nya: jenis file harus berupa teks ASCII, dan nama file harus memiliki akhiran .html ditambahkan ke akhir itu.

BACA JUGA :  Manakah yang termasuk Makhluk hidup yang dapat membuat makanan sendiri

Lalu apa perbedaan dasar kode script dari CGI dan JS , perbedaan Kode tidak akan jelas kecuali jika kita membahas CGI dan Java Script secara dasar.CGI adalah versi pendek dari Common Gateway Interface. Ini biasanya digunakan di halaman web karena memungkinkan interaktivitas dengan membiarkan server web merespons input pengguna melalui halaman web dengan elemen CGI. Contoh umum fungsi CGI adalah buku tamu web.

Seorang desainer web biasanya menyertakan buku tamu web di halaman web sehingga pengguna dan pengunjung dapat memasukkan saran mereka atau feedback mereka kepada sipemilik website. Saran-saran ini dikumpulkan oleh CGI dan dikirim melalui email ke desainer atau si pemilik website tersebut.

CGI dan Java Script juga memiliki kesamaan. Seperti dalam Java Script, file yang digunakan dalam CGI harus berupa teks ASCII dengan akhiran .html yang ditambahkan di akhir. Namun, jika script CGI akan disimpan di CGI bin, kemungkinan besar file tersebut harus disimpan sebagai dokumen Perl. Tidak seperti Java Script, di mana fungsi harus berada di dalam tag head, elemen formulir dapat ditempatkan di mana pun perancang halaman web ingin meletakkannya. Satu-satunya pertimbangan adalah bahwa untuk memanggil skrip CGI, tag HTML harus berada sebelum elemen bentuk halaman itu dipanggil.

Meskipun kedua skrip memiliki fungsi yang berbeda, baik CGI dan Java Script tidak diragukan lagi mampu meningkatkan cara kerja internet dengan sangat cepat. Mereka juga telah menyusup ke dunia film dan televisi dengan film digital dan karakter fantastis. Siapa tahu, mungkin lebih banyak penggunaan kedua script akan diidentifikasi di masa depan, iya tidak?.

Kami lebih tertarik pada pekermbangan teknologi saat ini yang secara tidak langsung diakibatkan oleh eleh kedua bahasa ini, misalnya Javascript atau JS saat ini mampu membangun bukan hanya sebuah website yang cepat tanpa delay time namun dengan javascript atau js ini kita mempu membangun aplikasi mobile adroid dan ios yang begitu interaktif. Karena js mampu berjalan di server maka aplikasi mobile yang di hasilkan juga begitu bagus dan kompleks sebut saja NETFLIX, BBC NEWS itu adalah aplikasi yang dibuat menggunakan JS sebagai bahasa utama mereka.

BACA JUGA :  Berikut ini adalah faktor faktor keberhasilan dalam suatu servis, kecuali

Sosok yang sangat berjasa dalam perkembangan jasascript atau js ini adalah Ryan Lienhart Dahl yang merancang sebuah runtime yang bernama Node.Js, Node.Js ini adalah sebuah runtime yang terdiri dari DOM DOM yang memungkinkan JS berjalan sendiri tanpa bantuan lagi kode dan bahasa pengikat seperti HTML dan PHP.

Teknologi yang digunakan Node.JS adalah v8 JavaScript Engine dan Node.js ini mampu berjalan di semua sistem operasi seperti Windows, Linux dan MAC OS, jadi kenyamanan ini yang membuat JS dengan Node.js menjadi salah satu bahasa yang paling banyak diminati di Tahun 2022 saat ini.

Node.Js dan Ryan Lienhart Dahl membawah sejarah baru bagi JS atau Javacript keluar dari zona nyaman mereka sebagai bahasa pendamping dalam pembangunan sebuah website namun saati ini berkat Dia JS sudah dikenal dan digunakan oleh banyak pencinta JS.