Teknik pencetakan yang paling mudah dilakukan adalah

Teknik pencetakan yang paling mudah dilakukan

Teknik pencetakan yang paling mudah dilakukan adalah teknik cetak tinggi atau cetak timbul

 

Pembahasan

Macam-macam teknik cetak dalam seni grafis antara lain ialah sebagai berikut ini :

  1. Cetak dalam atau Intaglio : Cetak dalam adalah salah satu teknik mencetak dalam seni grafis yang menggunakan media plat logam seperti alumunium, tembaga, dan seng. Tekniknya yaitu dengan menggores permukaan plat menggunakan alat tajam.
  2. Engraving : Engraving ialah merupakan teknik cetak dalam yang dikembangkan pada tahun 1430 di Jerman. Pada saat itu teknik Engraving atau ukiran halus di praktekkan oleh para tukang emas untuk membuat dekorasi pada karyanya. Melakukan teknik Engraving tidaklah mudah karena harus menggunakan alat yang terbuat dari logam yang di perkeras bernama Burin.
  3. Etsa atau Etching : Etsa atau Etching ialah merupakan teknik cetak dalam yang ditemukan oleh Daniel Hopfer di Augsburg, Jerman sekitar tahun 1470-1536. Pada saat itu Daniel menggunakan teknik Etsa pada baju besinya. Teknik Etsa pun jadi populer dikarenakan dalam melakukan teknik etsa tidak memerlukan keterampilan dalam dunia pertukangan logam. Hasil dari teknik etsa adalah memiliki detail serta kontur garis halus sampai kasar dan bersifat linear
  4. Mezzotint : Mezzotint ialah merupakan teknik mencetak dalam seni grafis yang di temukan oleh Ludwig von Siegen pada sekitar tahun 1609-1680. Mezzoint merupakan salah satu teknik Intaglio yang juga berfokus pada bahan berplat logam. Awalnya permukaan pada plat logam dibuat kasar seluruhnya. Kemudian melakukan penggoresan halus pada permukaan logam yang akan menghasilkan gambar dari gelap ke terang atau gradasi warna hitam putih. Mezzotint dapat menghasilkan sebuah karya yang baik kualitasnya dikarenakan detail gelap dan terang yang digunakan. Area kasar mampu menahan tinta yang banyak membuat hasil warna cetak menjadi lebih solid. Biasanya penggoresan pada plat dapat menggunakan Burin atau alat yang lainnya yang mampu menghasilkan gradasi halus dan tone yang baik
  5. Drypoint : Drypoint ialah merupakan teknik cetak seni grafis yang mirip dengan Engraving. Teknik ini ditemukan oleh seniman Jerman Selatan yang terkenal dengan julukan Housebook Master pada abad 15. Berbeda dengan Engraving yang memiliki garis yang halus serta bertepi tajam, Drypoint lebih menghasilkan bentuk kasar pada tepi garis. Hal ini dikarenakan untuk teknik Drypoint tidak menggunakan Burrin berbentuk  V untuk menggores.
  6. Cetak saring atau silkscreen : Cetak saring ialah merupakan teknik cetak yang memanfaatkan kasa atau biasa disebut dengan screen yang dipasangkan pada sebuah rangka. Cetak saring paling dikenal dengan sebutan cetak sablon dan biasa dipraktekan untuk membuat cetakan untuk permukaan data seperti spanduk, kaos, stiker, poster dan kebutuhan lainnya.
  7. Cetak tinggi atau timbul : cetak tinggi atau cetak timbul adalah teknik untuk membuat acuan cetak dengan membentuk gambar atau pola pada permukaan media cetak dengan bentuk timbul. Teknik cetak dalam seni grafis ini bisa dibilang paling mudah, karena tidak membutuhkan peralatan khusus atau teknologi canggih. Cetak tinggi memiliki bentuk serupa dengan ukuran atau relief. Maka dari itu cetak tinggi atau cetak timbul sering juga disebut cetak relief.
  8. Cetak datar atau lithograpgy : Cetak datar atau litografi ialah merupakan salah satu teknik mencetak dalam seni grafis yang ditemukan oleh Alois Senefelder pada tahun 1798. Litography berasal dari bahasa Yunani, yaitu Lithos yang artinya batu dan Graphien yang artinya menulis. Hal ini dikarenakan teknik cetak data menggunakan lempengan batu kapur. Media batu kapur dipakai karena dapat menyimpan tinta minyak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.